Kau kah itu??
Pemilik Hatiku, yang telah membuat aku 
Merasakan terjatuh dan Mencoba bangun
Untuk Mencinta

Saat hati ini resah, Engkau kah itu
Yang mampu membuatku tenang
Memampukan aku untuk bangkit lagi

Kau kah itu???
Yang mampu mengubah sedihku jadi tawa

Kau kah itu?? 
Yang mampu mengarahkan ku 
Yang bisa kuaminkan dalam doa panjangmu



Kau kah itu??
Ooohhhhh... Aku sungguh kangen 

Di mana kah kau berada 
Aku lelah..
Dan sungguh payah
Aku tak ingin menunggu lebih lama lagi
Aku ingin segera bertemu

Kau kah itu??
Penghias mimpi-mimpiku 
Penghantar doa-doa panjangku
Menemukanmu dalam kepayahan
Bersama dalam Kesetiaan??


Kau kah itu??
Aku tak mampu menangkap isyarat mu
Aku lemah.. 





Tlah kuterima maafmu.. Tapi, ahhhhh... maaf buat apa
Salah pun kurasa kamu tidak
...Tak banyak mauku aku hanya ingin kamu...
Sehat, tersenyum, bahagia, hormat sama keluarga dan ISTIQOMAH




Saat ini aku ingin diam
Sungguh aku ingin kamu tau aku diam
Tanpa melawan, mengikuti arusmu
Aku ingin memberimu ruang untuk "mu" sendiri
Berkaca pada hati "mu"
Melihat mimpi, hidup, dan nyata
Tunggu, bukan mimpi bukan 
Tapi lebih ke harapan, asa, cita
Aku ingin kamu tau apa yang kau cari
Aku ingin kamu tau apa yang harus kau perjuangkan

Karena Aku hanya ingin membantumu
.....Melanjutkan hidup.....
Bukan semakin membayangimu


 Pesanku.. Apa bisa kau jujur dengan dirimu sendiri, 
berdamai dengan waktu. dannn boom! 
Percaya, dengar kata hatimu

Aku menatap diriku di cermin, masih sama dengan gambar yang sama. Kedewasaan pun sepertinya belum terlalu melekat dalam wajahku. Kutelusuri lebih dalam lagi, catatan-catatan kaki yang ku buat. Kalimat-kalimat yang kucukil dari film, buku, nasehat dari saudara.. Aku masih saja sama, tak banyak  berubah. Masih banyak yang harus kupelajari dalam hidup. Harus lebih banyak berguru lagi. Menyadari diri untuk lebih melatih diri.

Aku, masih saja berfikir tentang kamu, tentang caramu, tentang sikap dan banyak hal tentangmu. Namun, sekarang aku merasakan beda. Aku tak lagi memiliki keinginan untuk bersamamu sebanyak dulu. Aku ingin lebih menerima. Ya, penerimaan yang baik. Penerimaan bahwa tak semua yang kuingini harus kumiliki. Penerimaan yang membuat ku lebih menyibukkan diri. Penerimaan yang semestinya ada dari dulu.

Allah, aku hanya memiliki sebentuk hati, yah satu hati. Aku mengembalikan hati ini Allah, untuk Kau jaga dan simpan. Allah, aku tak lagi mampu membedakan rasa apakah ini, kagumkah, sayangkah, atau pesona semata. Allah, Engkaulah Maha Pemilik Hati ini, Berikan aku kekuatan, keyakinan untuk menghadapi semua ini. Allah, aku menyadari semua atas kehendakMu.

Allah, terima lah hati ini. Hanya Engkau lah Sang Maha Pembolak balik Hati ini. Aku menyakinya, hanya Engkau lah yang Maha Penolong dan Pemberi Jawab atas setiap segala resah yang ada di hatiku ini.


Assalamualaikum,
Met Idul Adha yah. Mohon maaf lahir bathin.


Maaf Lahir bathin



Darwis Tere Liye dalam FB 17/10/2013


*Misteri Indah

Mau jadi apapun kita kelak, mau diisi apapun hidup ini, apapun pilihan kita, maka penting sekali memahami nasehat lama ini: barang siapa yang memulai perjalanan, lantas tekun dan teguh atas perjalanan tersebut, maka insya Allah, dia akan tiba di ujung perjalanan.

Kita mau jadi penulis misalnya, maka mulailah perjalanan menjadi penulis tersebut. Tekun. Teguh. Maka insya Allah kita akan tiba di ujung perjalanan, sebagai penulis--dengan definisi terbaiknya, suka menulis. Tidak akan tertukar tiba2 jadi pemain bola atau penyanyi. Kita mau jadi seorang guru, maka mulailah perjalanan menjadi guru. Tekun. Teguh. Maka, mau bagaimanapun keterbatasan kita, insya Allah kita akan tetap jadi seorang guru. Bahkan tanpa pendidikan formal sekalipun, jika dimulai perjalanannya, kita tetap bisa jadi guru yang dicintai murid dan mencintai murid2nya.

Mau jadi pemain bola, pengusaha, astronot, dokter, insinyur, apapun itu, selalu dimulai dengan awal perjalanan. Ada yang direncanakan dengan baik, ada yang 'kecelakaan' saja. Ada yang disuruh orang lain (orang tua), ada yang hanya iseng, coba2, tapi mau bagaimanapun desain awalnya, sekali dimulai perjalanan tersebut, terus berada di jalannya, tidak belok2, maka persis seperti sebuah bus yang menuju tujuan tertentu, insya Allah, kita akan tiba. Mogok. Pecah ban, kehabisan bensin, apapun masalahnya, sepanjang terus maju, akhirnya sampai juga.

Maka, mulailah sadarilah hakikat sederhana ini. Karena nasehat ini, juga jelas punya sisi tajam yang mengkhawatirkan. Apa itu? Bagi orang2 yang memulai perjalanan jadi 'pengangguran', maka besok lusa, dia akan tetap di atas jalan pengangguran tersebut. Bagi orang2 yang memulai perjalanan kemalasan, banyak mengeluh, maka besok lusa, dia akan tetap di atas jalan kemalasan tersebut. Dan barang siapa yang tetap di situ2 saja, tidak memulai sesuatu, merasa nyaman atau tidak peduli, menyia2kan waktu, maka dia akan tetap berada di jalan itu. Jalan di tempat.

Esok lusa adalah misteri indah dari Tuhan. Disimpan rapat-rapat, tiada yang tahu. Tapi kita bisa menyambutnya dengan baik jauh2 hari. Pilihlah jalan yang hendak kita tempuh, lantas mulailah perjalanan panjang tersebut. Ingat selalu, namanya juga perjalanan, maka pasti ada saja hal2 menyebalkan yang kita temui. Masalah2 teknis, hingga masalah2 serius yang kadang membuat kita berbelok, mengganti tujuan, pun termasuk balik lagi, batal. Dengan ketekunan, keteguhan, musafir mana pun akan tetap berada di jalan yang telah dia pilih, melewatinya dengan tulus, melewatinya dengan riang, maka insya Allah tiba di ujungnya.

Tiba di misteri indah milik Tuhan.



 HEhehehe.... Bangun pagi itu langsung ucap Alhamdulillah.. Atas nikmat hidup, iman yang tetap melekat dalam raga kita.

Alhamdulillah, itu termasuk doa kan yak?? Doa syukur qta, bahwa Allah SWT masih memberikan kita nikmat.

Doa.. Permintaan.. Permohonan adalah hakikat bahwa kita sebagai mahluk tiada memiliki daya apapun atas seizinNya. Manusia wajib berusaha maksimal, setelah itu memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah.. untuk memberi kan yang terbaik

Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a” (HR Turmudzi dan Hakim)

Jangan pernah berputus asa untuk berdo’a. Do’a yang baik untuk mendapatkan jodoh adalah do’a yang terdapat dalam surat Al Furqon ayat 74 : “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa


Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub,
qadijtama-at 'alaa mahabbatik,
wal taqat 'alaa tha'atik,
wa tawahhadat 'alaa da'watik,
wa ta ahadat ala nashrati syari'atik.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
wa adim wuddaha,
wahdiha subuulaha,
wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
wa jami' lit-tawakkuli 'alaik,
wa ahyiha bi ma'rifatik,
wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik...
Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,
dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Ya, Allah...
Peluklah hati ini di saat ku mulai merasa gelisah dalam penantian penuh kesabaran ini
Terkadang hatiku merasa rindu pada dia insan yang ku cintai dalam diamku,
Ya Rabb.. Biarlah kusimpul dalam setiap doa-doa dalam Istikharahku kepada-Mu rasa ini,
Agar kelak Engkau satukan hatinya dan hatiku yang kan bertau, bertahta dan bersemi indah karena RIDHA-MU
Ya Rabb...
Tuntunlah hati hamba agar hanya mau menerima CINTA seorang insan yang benar-benar pilihanMu
bukan semata-mata pilihan nafsuku
Ya Rabb bila dia memang baik untuk kami, agama kami, masa depan dunia dan akherat kami, bisa membimbing dan membawa kami lebh dekat padaMu. Maka dekatkanlah diri dengannya dan satukanlah kami dala pernikahan yang sakinah, mawaddah, warahmah. Tapi kalau bukan dia yang terbaik. Maka jangan lah kau biarkan kekaguman kami menjadi suka apalagi cinta.
Jadikanlah kekaguman kami seperti orang lain kagum padanya.
Engkaulah Yang Maha Membolak-balikkan hati
Maka kami titipkan rasa ini, kami serahkan semuanya padaMu, karena semua ini adalah milik-Mu... Aamiin Ya Rabbal alamin.

http://www.youtube.com/watch?v=xLl5QW7EBMM

mampu melepasnya
Walau sudah tak ada
Hatimu tetap merasa masih memilikinya

Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah memilikinya

Pernahkah kau mengira kalau dia kan sirna
Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa

Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah memilikinya




Teruntuk Plane, 
Yang selalu menggetarkan hati saat melewati angkasa

Banyak kata yang kau ajarkan..
Perpisahan
Pertemuan
Ikhlas
Kesempatan
Perkataan
Waktu

Sungguh, banyak kata yang tak sempat kutanyakan, dan belum sempat terucapkan...





.
Mamak,
Jauh sudah langkahku, meninggalkanmu
Mungkin kau tetap tertinggal di sana
Jauh di lubuk lain
Namun doa mu masih terasa dalam hidupku
Doamu yang selalu menuntunku
Pulang kembali ke pelukanmu

Mungkin ada cerita yg kuceritakan
Ada cerita yang kusembunyikan
Namun kau tetap memberi pelukanmu

Ada peritiwa yang membuatmu terluka
Demikian pun saat bahagiaku
Kau tetap memberikan senyummu

Mamak,....
Mengeja kata untuk memanggilmu pun mampu membuatku tertahan
Tersekat dalam ruang yang bernama kebahagiaan, keharuan

Cintamu mengajarkanku arti kata perpisahan,
Kebencian yang kau ajarkan membuatku bertemu,
Karena kau mengerti bahwa setiap orang berhak menerima "maaf"
dan tentunya kesempatan untuk "kembali"

Mamak, ....
Always missing u
Cinta itu bukan hanya lawan jenis
Cinta tak hanya melulu tentang melankolis
Cinta mungkin saja tak selalu sama
Cinta tak melulu tentang pengertian
Cinta tak selalu hadir dalam duka

Cinta itu memberi
Cinta tak hanya menerima
Cinta mungkin saja diantara keduanya
Cinta tak melulu tentang ikhlas
Cinta tak selalu hadir dalam kesenangan

Cinta itu tentang rasa
Cinta tak hanya nelangsa
Cinta mungkin saja bahagia
Cinta tak melulu tentang pengorbanan
Cinta kan selalu hadir pada jiwa yang "merindu"


"Belajar cinta, belajar mengerti, belajar mengikhlaskan, belajar menggenggam"
Hulondalo Lipu'u 061013,  
Kau memintaku datang, bertemu denganmu 
Kau meminta padaku, lihat aku 
Kau berkata, "ku ingin menjadi diri sendiri"

Tanpa kau menyadari dan bertanya,
Siapa aku?
Mengapa aku selalu datang padamu?
Bagaimana aku jalani hidup?
Dari mana aku berasal?
Apa saja yang kulakukan selama ini?
Apa mauku?
Apa kesukaanku?
Hal-hal yang kubenci?

Aku ingin mengenalmu lagi bukan dari kau berkata,
Aku ingin mengenal mu lagi dengan caraku,
Melihatmu,
Bersamamu,
Tanpamu,
Tanpaku,
Begitulah caraku mengenalmu, bukan dari "TOPENGMU"

@Permata_Buitenzorg terdengar alunan suara "Mihrab Cinta" from Afgan 
Night, 041613. 
Aku tak sanggup bertanya pada pelangi yang tampak,
Aku juga tak bisa bertanya pada jalanan yang kutemui,
Banyak tanda tanya, banyak kata yg ingin ku ucap padanya
Namun, saat bertemu hanya diam, memandang dan tersenyum


Kemarin, sungguh aku malu bertemu pada pelangi,
Pelangi yang memberikan harapan pada warna dunia,
Hujan yang datang pun tak mampu memberi kesejukan,
Mungkin padang rumput yang kulalui itu sudah terlalu lama
menahan kerinduan pada kata "HUJAN"

Rindu datang pelangi saat hujan
Rindu hujan saat kemarau terlalu lama
Merindu pada sesosok manusia yg angkuh "didepanku"


Buitenzorg, 05252013


Lagunya jadul sih tapi aku suka. Suka ma suaranya, musiknya, klipnya pokoknya semua muanya. Cekidot


http://www.youtube.com/watch?v=JsSh3XcXo2Y
Sahabatku, aku tahu aku sedang mendiamkanmu
Dan Kutau aku melukaimu

Sahabatku, maafkan aku 
Tak ada cerita yang kubagi
Kesedihan ato bahagiaku

Sahabatku, alasanku adalah
Tak ingin membuatmu sedih akan ceritaku
Bukan karena sombongku
Bukan karena kau salah 

Tapi aku yang salah, aku yang tak mengerti dirimu
Maaf, Sahabat


For Aik, whereare u now, I love u so much.
Maaf aku tak membencimu, hanya proses pendewasaanku


Mei... namanya juga mei.. Heehehehe, walo sebenernya milad bukanlah suatu perayaan kita untuk foya-foya. Tapi suatu intropeksi, mawas diri. Semakin hari usia itu semakin berkurang. Semakin sedikit waktu yg kita punya. Sudahkah usia kita digunakan secara bener, amalan yg kita lakukan sudah sesuai dengan agama yang kita yakini. Sudahkah kita meraih apa yang kita cita-citakan.

My bithday di tahun ini pastilah sesuatu yg baru, bukan di gorontalo, bukan di semarang tapi di bogor. Sendiri dan sendiri. Hehehehhe, jangan sedih yah. Mei teteplah milikmu kok. Welcome to Mei. 


 04/30/13, Saat undangan dan tawaran itu datang. Diklat to Buitenzorg 

Rasa kantuk menyerang lagi berkat insomnia ku. Wew.... Ngantuk puooolllDi kantor bete banget ih, terus dengerin laguna The corrs. Senang banget, tapi bukannya tambah semangat.tetep ngantuk ya iyah.. Heem... kayak gini syairnya : 
Goodbye

 The corrs

I never thought one day you'd be goneAway forever moreNo one can say, no one could explainWhy you were taken

Oh, where are you now?Could I get there somehow?
It's time to say goodbyeBlock out the sun and pack up the skyDon't let my tears start to make you cryEach time I try to say my goodbyeTry to stop asking why
Tell me it's trueTell me there's something moreAnother time for loveOne day I'll know, one day I'll be thereWill you be waiting?
Oh, where you are now?Could I get there somehow?
It's time to say goodbyeBlock out this sun and pack up the skyDon't let my tears start to make you cryEach time I try to say my goodbyeTry to stop asking whyTry to stop asking why, yeah
Where are you now?Could I get there somehow?
It's time to say goodbyeBlock out the sun and pack up the skyDon't let my tears start to make you cryEach time I try to say my goodbyeTry to stop asking why, whyTry to say my goodbye
Aku takut untuk mengeja kata c-i-n-t-a
Lamat-lamat ku melafalkan sayang
Terdengar bahagia dibalik senyuman
Tersedu sedan merindu candaan

Aku melepaskan kata c-i-n-t-a
Menggantungkan kata rindu
Jauh di lubuk hati
Di perempatan yang biasa  kulewati


Sungguhpun dibalik sepi ku, aku merindu
Sungguhpun dibalik ramaiku, tersembul wajahmu
Bahwasanya aku menanti
Menanti "matahari terbenam" 
Dengan harap-harap cemas

Apakah cintaku berlabuh pada masanya, 
Karena aku takut "jatuh cinta" sendiri




Bira, Bulukumba 111512






Saat aku jenuh banget dengan aktifitasku. Banyak dengan ujian2 yang harus kujalani "seorang diri". Terkadang lebih banyak berfikir, akan hakikat hidup. Sungguhpun dalam saat sendiri bayangan itu selalu ada. Pernah tuh suatu saat bener2 bete di kantor, telpon bapak. Subhanallah, beliau mengingatkan ku.

B : Sudah sholat nduk??? 

A : Sampun, Pak. Knapa ikh? 
B : Baca Doa Iftitah gag??? 
A : La nggeh to nggeh. Kan termasuk dalam rangkaian shalat.
B : Udah tau bacaannya, tau artinya juga gag.
A : Ya gag semua, Wonten napa sih bapak.
B : Ya wes, tutup telpon dan cermati artinya. Nanti kalo belom dong telpon bapak lagi. Bapak meh siap2 sik. Waalaikum Salam

Penasaran aq nyari2 bacaan Iftitah.

Bacaan Doa Iftitah
“Allaahu akbar kabiiraaw wal hamdu lillaahi katsiraw wasub-haanallaahi bukrataw wa ashiila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal-ardha, haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaati wanusukii wamah yaaya wama maatii lillaahi rabbil ‘alaamiina. Laasyariika lahu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimiina.”
Arti Doa Iftitah
“Allah Maha Besar lagi sempurna kebesarannya, segala puji bagi Allah dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Ku hadapkan muka dan hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah karena Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah aku diperintah dan aku termasuk golongan orang-orang muslim.”

Ternyata, bacaan itu  mengingatkan kan bahwa kita ini hambaNya. Berserah diri atas ketentuanNya. Apapun yang kita lakukan hendaknya mencerminkan bahwasanya kita adalah hambaNya yang selalu berserah diri. Itu sih pemahaman yang kudapat. Jadi tak perlu risau atas segala sesuatunya. Yang harus dilakukan adalah berusaha sebaik mungkin, doa, dan serahkan semua. IA Maha Pengatur umatNya. Subhanallah, Suwun Bapak I'm proud of you. 



From : Cahaya @Hulondalo Lipu'u

Arti kata doa adalah harap, permohonan, permintaan. Dalam hal ini tentunya kepada Allah Yang Maha Esa. Setiap berfikir, aku berharap Allah memberikan yang ku minta. Namun terkadang kecewa. Allah tak memberi apa yang kuminta. Namun ketika ku menyadari bahwa Allah itu memberi bukan apa yang kita minta, tapi memberi apa yang kita butuhkan. Subhannallah, makin sayang deh aku ma Allah.

Mau seperti apa sih hidup kita? Datar, bergelombang, manis, sedih,.. hehehhehe. Ternyata di tiap jengkal nya Allah selalu mengingatkan kita betapa nikmat karuniaNya sungguhlah Indah. Nikmat melihat, mendengar, berbicara, tertawa, sehat, dan yang terpenting nikmat Iman. Allah bukannya tak mengabulkan doa mu. Tapi Allah ingin memberimu lebi dan lebih baik. 

  1. Bisa jadi kata tidak bagi Allah dalam menjawab doamu adalah yang kau minta itu tidak baik untukmu. Bisa menyakitimu sehingga memberi yang lain.
  2. Belum atau Nanti, untuk memastikan engkau siap untuk menerimanya. Bagi Allah mungkin kamu perlu belajar dulu untuk mendapatkan kenikmatan itu.
  3. Kata ya mungkin adalah nikmat namun perlu mawas diri juga yah. Bisa jadi itu ujian bagi mu
Sehingga, apapun yang diberi Allah bersyukurlah. Sadari bahwa di tiap kejadian selalu ada hikmah di dalamnya.

Catatan : 01/04/13

Tak kala fajar datang, aku hanya termenung diam tanpa rasa yang neko-neko semua mengalir. Aku tak punya ambisi untuk menjalani hari ini, yang ku tahu aku hanya ingin bebas dan merdeka. Duhai para pemilik hati, hendak kau bawa ke mana hati ini..
Rasa merdeka yang kurasa sangat lemah, dan tak mampu ku ekspresikan lagi. Ahhhh....hati aku malas hari ini.

Aku, memulai lagi untuk mencari serakan hati yang telah terbungkus dalam dekap rindu. Merasa kalah dengan pekerjaan demi pekerjaan yang semakin berjibun. Mulai lelah dengan menghantar diri dalam satu masalah "mimpi".

Seakan waktu memang tak pernah memberi aku kesempatan untuk berbagi dengan canda bersama keluarga. Waktu yang telah memberi ruang antara anak dengan orang tuanya, kakak dengan adiknya, tante dengan keponakannya. Sinyal yang semakin mendera tak menentu. Kadang memberi ruang lingkup yang salah. Suara robot yang terdengar. 

Perantau amatir, itulah aku. Datang ke bumi hulondalo demi cita-cita. Berjuang untuk meraih asa yang baru, PNS yang di damba kan oleh semua orang bahkan yang bernama "orang tuaku". Yah... itulah yang ,membuat ku menjadi perantau amatiran yang selalu merasakan rindu pada kampung halaman. Merasa rindu dalam keceriaan keluarga yang lengkap. Membangun mimpi dalam dekapan kamar yang menemani belasan tahun. 

Tak kubantah, aku merasakan kebahagiaan yang lain, tapi di sisi lain aku mendapat kekurangan yang lain. Begitulah bumi dengan dua sisi yang beragam. 

Allah, terima kasih atas nikmat yang kau beri. KAU Maha Mengerti apa yang kubutuhkan.

Anniversary 140411 on 2nd trip