Darwis Tere Liye dalam FB 17/10/2013
*Misteri Indah
Mau jadi apapun kita kelak, mau diisi apapun hidup ini, apapun pilihan
kita, maka penting sekali memahami nasehat lama ini: barang siapa yang
memulai perjalanan, lantas tekun dan teguh atas perjalanan tersebut,
maka insya Allah, dia akan tiba di ujung perjalanan.
Kita mau jadi penulis misalnya, maka mulailah perjalanan menjadi penulis tersebut. Tekun. Teguh. Maka insya Allah kita akan
tiba di ujung perjalanan, sebagai penulis--dengan definisi terbaiknya,
suka menulis. Tidak akan tertukar tiba2 jadi pemain bola atau penyanyi.
Kita mau jadi seorang guru, maka mulailah perjalanan menjadi guru.
Tekun. Teguh. Maka, mau bagaimanapun keterbatasan kita, insya Allah kita
akan tetap jadi seorang guru. Bahkan tanpa pendidikan formal sekalipun,
jika dimulai perjalanannya, kita tetap bisa jadi guru yang dicintai
murid dan mencintai murid2nya.
Mau jadi pemain bola, pengusaha,
astronot, dokter, insinyur, apapun itu, selalu dimulai dengan awal
perjalanan. Ada yang direncanakan dengan baik, ada yang 'kecelakaan'
saja. Ada yang disuruh orang lain (orang tua), ada yang hanya iseng,
coba2, tapi mau bagaimanapun desain awalnya, sekali dimulai perjalanan
tersebut, terus berada di jalannya, tidak belok2, maka persis seperti
sebuah bus yang menuju tujuan tertentu, insya Allah, kita akan tiba.
Mogok. Pecah ban, kehabisan bensin, apapun masalahnya, sepanjang terus
maju, akhirnya sampai juga.
Maka, mulailah sadarilah hakikat
sederhana ini. Karena nasehat ini, juga jelas punya sisi tajam yang
mengkhawatirkan. Apa itu? Bagi orang2 yang memulai perjalanan jadi
'pengangguran', maka besok lusa, dia akan tetap di atas jalan
pengangguran tersebut. Bagi orang2 yang memulai perjalanan kemalasan,
banyak mengeluh, maka besok lusa, dia akan tetap di atas jalan kemalasan
tersebut. Dan barang siapa yang tetap di situ2 saja, tidak memulai
sesuatu, merasa nyaman atau tidak peduli, menyia2kan waktu, maka dia
akan tetap berada di jalan itu. Jalan di tempat.
Esok lusa
adalah misteri indah dari Tuhan. Disimpan rapat-rapat, tiada yang tahu.
Tapi kita bisa menyambutnya dengan baik jauh2 hari. Pilihlah jalan yang
hendak kita tempuh, lantas mulailah perjalanan panjang tersebut. Ingat
selalu, namanya juga perjalanan, maka pasti ada saja hal2 menyebalkan
yang kita temui. Masalah2 teknis, hingga masalah2 serius yang kadang
membuat kita berbelok, mengganti tujuan, pun termasuk balik lagi, batal.
Dengan ketekunan, keteguhan, musafir mana pun akan tetap berada di
jalan yang telah dia pilih, melewatinya dengan tulus, melewatinya dengan
riang, maka insya Allah tiba di ujungnya.
Tiba di misteri indah milik Tuhan.