Aku, memulai lagi untuk mencari serakan hati yang telah terbungkus dalam dekap rindu. Merasa kalah dengan pekerjaan demi pekerjaan yang semakin berjibun. Mulai lelah dengan menghantar diri dalam satu masalah "mimpi".

Seakan waktu memang tak pernah memberi aku kesempatan untuk berbagi dengan canda bersama keluarga. Waktu yang telah memberi ruang antara anak dengan orang tuanya, kakak dengan adiknya, tante dengan keponakannya. Sinyal yang semakin mendera tak menentu. Kadang memberi ruang lingkup yang salah. Suara robot yang terdengar. 

Perantau amatir, itulah aku. Datang ke bumi hulondalo demi cita-cita. Berjuang untuk meraih asa yang baru, PNS yang di damba kan oleh semua orang bahkan yang bernama "orang tuaku". Yah... itulah yang ,membuat ku menjadi perantau amatiran yang selalu merasakan rindu pada kampung halaman. Merasa rindu dalam keceriaan keluarga yang lengkap. Membangun mimpi dalam dekapan kamar yang menemani belasan tahun. 

Tak kubantah, aku merasakan kebahagiaan yang lain, tapi di sisi lain aku mendapat kekurangan yang lain. Begitulah bumi dengan dua sisi yang beragam. 

Allah, terima kasih atas nikmat yang kau beri. KAU Maha Mengerti apa yang kubutuhkan.

Anniversary 140411 on 2nd trip
0 Responses

Posting Komentar