Saat aku jenuh banget dengan aktifitasku. Banyak dengan ujian2 yang harus kujalani "seorang diri". Terkadang lebih banyak berfikir, akan hakikat hidup. Sungguhpun dalam saat sendiri bayangan itu selalu ada. Pernah tuh suatu saat bener2 bete di kantor, telpon bapak. Subhanallah, beliau mengingatkan ku.
B : Sudah sholat nduk???
A : Sampun, Pak. Knapa ikh?
B : Baca Doa Iftitah gag???
A : La nggeh to nggeh. Kan termasuk dalam rangkaian shalat.
B : Udah tau bacaannya, tau artinya juga gag.
A : Ya gag semua, Wonten napa sih bapak.
B : Ya wes, tutup telpon dan cermati artinya. Nanti kalo belom dong telpon bapak lagi. Bapak meh siap2 sik. Waalaikum Salam
Penasaran aq nyari2 bacaan Iftitah.
Bacaan Doa Iftitah
“Allaahu akbar kabiiraaw wal hamdu lillaahi katsiraw wasub-haanallaahi bukrataw wa ashiila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal-ardha, haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaati wanusukii wamah yaaya wama maatii lillaahi rabbil ‘alaamiina. Laasyariika lahu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimiina.”
Arti Doa Iftitah
“Allah Maha Besar lagi sempurna kebesarannya, segala puji bagi Allah dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Ku hadapkan muka dan hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah karena Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah aku diperintah dan aku termasuk golongan orang-orang muslim.”
Ternyata, bacaan itu mengingatkan kan bahwa kita ini hambaNya. Berserah diri atas ketentuanNya. Apapun yang kita lakukan hendaknya mencerminkan bahwasanya kita adalah hambaNya yang selalu berserah diri. Itu sih pemahaman yang kudapat. Jadi tak perlu risau atas segala sesuatunya. Yang harus dilakukan adalah berusaha sebaik mungkin, doa, dan serahkan semua. IA Maha Pengatur umatNya. Subhanallah, Suwun Bapak I'm proud of you.

Posting Komentar