Lagunya jadul sih tapi aku suka. Suka ma suaranya, musiknya, klipnya pokoknya semua muanya. Cekidot


http://www.youtube.com/watch?v=JsSh3XcXo2Y
Sahabatku, aku tahu aku sedang mendiamkanmu
Dan Kutau aku melukaimu

Sahabatku, maafkan aku 
Tak ada cerita yang kubagi
Kesedihan ato bahagiaku

Sahabatku, alasanku adalah
Tak ingin membuatmu sedih akan ceritaku
Bukan karena sombongku
Bukan karena kau salah 

Tapi aku yang salah, aku yang tak mengerti dirimu
Maaf, Sahabat


For Aik, whereare u now, I love u so much.
Maaf aku tak membencimu, hanya proses pendewasaanku


Mei... namanya juga mei.. Heehehehe, walo sebenernya milad bukanlah suatu perayaan kita untuk foya-foya. Tapi suatu intropeksi, mawas diri. Semakin hari usia itu semakin berkurang. Semakin sedikit waktu yg kita punya. Sudahkah usia kita digunakan secara bener, amalan yg kita lakukan sudah sesuai dengan agama yang kita yakini. Sudahkah kita meraih apa yang kita cita-citakan.

My bithday di tahun ini pastilah sesuatu yg baru, bukan di gorontalo, bukan di semarang tapi di bogor. Sendiri dan sendiri. Hehehehhe, jangan sedih yah. Mei teteplah milikmu kok. Welcome to Mei. 


 04/30/13, Saat undangan dan tawaran itu datang. Diklat to Buitenzorg 

Rasa kantuk menyerang lagi berkat insomnia ku. Wew.... Ngantuk puooolllDi kantor bete banget ih, terus dengerin laguna The corrs. Senang banget, tapi bukannya tambah semangat.tetep ngantuk ya iyah.. Heem... kayak gini syairnya : 
Goodbye

 The corrs

I never thought one day you'd be goneAway forever moreNo one can say, no one could explainWhy you were taken

Oh, where are you now?Could I get there somehow?
It's time to say goodbyeBlock out the sun and pack up the skyDon't let my tears start to make you cryEach time I try to say my goodbyeTry to stop asking why
Tell me it's trueTell me there's something moreAnother time for loveOne day I'll know, one day I'll be thereWill you be waiting?
Oh, where you are now?Could I get there somehow?
It's time to say goodbyeBlock out this sun and pack up the skyDon't let my tears start to make you cryEach time I try to say my goodbyeTry to stop asking whyTry to stop asking why, yeah
Where are you now?Could I get there somehow?
It's time to say goodbyeBlock out the sun and pack up the skyDon't let my tears start to make you cryEach time I try to say my goodbyeTry to stop asking why, whyTry to say my goodbye
Aku takut untuk mengeja kata c-i-n-t-a
Lamat-lamat ku melafalkan sayang
Terdengar bahagia dibalik senyuman
Tersedu sedan merindu candaan

Aku melepaskan kata c-i-n-t-a
Menggantungkan kata rindu
Jauh di lubuk hati
Di perempatan yang biasa  kulewati


Sungguhpun dibalik sepi ku, aku merindu
Sungguhpun dibalik ramaiku, tersembul wajahmu
Bahwasanya aku menanti
Menanti "matahari terbenam" 
Dengan harap-harap cemas

Apakah cintaku berlabuh pada masanya, 
Karena aku takut "jatuh cinta" sendiri




Bira, Bulukumba 111512






Saat aku jenuh banget dengan aktifitasku. Banyak dengan ujian2 yang harus kujalani "seorang diri". Terkadang lebih banyak berfikir, akan hakikat hidup. Sungguhpun dalam saat sendiri bayangan itu selalu ada. Pernah tuh suatu saat bener2 bete di kantor, telpon bapak. Subhanallah, beliau mengingatkan ku.

B : Sudah sholat nduk??? 

A : Sampun, Pak. Knapa ikh? 
B : Baca Doa Iftitah gag??? 
A : La nggeh to nggeh. Kan termasuk dalam rangkaian shalat.
B : Udah tau bacaannya, tau artinya juga gag.
A : Ya gag semua, Wonten napa sih bapak.
B : Ya wes, tutup telpon dan cermati artinya. Nanti kalo belom dong telpon bapak lagi. Bapak meh siap2 sik. Waalaikum Salam

Penasaran aq nyari2 bacaan Iftitah.

Bacaan Doa Iftitah
“Allaahu akbar kabiiraaw wal hamdu lillaahi katsiraw wasub-haanallaahi bukrataw wa ashiila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal-ardha, haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaati wanusukii wamah yaaya wama maatii lillaahi rabbil ‘alaamiina. Laasyariika lahu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimiina.”
Arti Doa Iftitah
“Allah Maha Besar lagi sempurna kebesarannya, segala puji bagi Allah dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Ku hadapkan muka dan hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah karena Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah aku diperintah dan aku termasuk golongan orang-orang muslim.”

Ternyata, bacaan itu  mengingatkan kan bahwa kita ini hambaNya. Berserah diri atas ketentuanNya. Apapun yang kita lakukan hendaknya mencerminkan bahwasanya kita adalah hambaNya yang selalu berserah diri. Itu sih pemahaman yang kudapat. Jadi tak perlu risau atas segala sesuatunya. Yang harus dilakukan adalah berusaha sebaik mungkin, doa, dan serahkan semua. IA Maha Pengatur umatNya. Subhanallah, Suwun Bapak I'm proud of you.