From : Cahaya @Hulondalo Lipu'u

Arti kata doa adalah harap, permohonan, permintaan. Dalam hal ini tentunya kepada Allah Yang Maha Esa. Setiap berfikir, aku berharap Allah memberikan yang ku minta. Namun terkadang kecewa. Allah tak memberi apa yang kuminta. Namun ketika ku menyadari bahwa Allah itu memberi bukan apa yang kita minta, tapi memberi apa yang kita butuhkan. Subhannallah, makin sayang deh aku ma Allah.

Mau seperti apa sih hidup kita? Datar, bergelombang, manis, sedih,.. hehehhehe. Ternyata di tiap jengkal nya Allah selalu mengingatkan kita betapa nikmat karuniaNya sungguhlah Indah. Nikmat melihat, mendengar, berbicara, tertawa, sehat, dan yang terpenting nikmat Iman. Allah bukannya tak mengabulkan doa mu. Tapi Allah ingin memberimu lebi dan lebih baik. 

  1. Bisa jadi kata tidak bagi Allah dalam menjawab doamu adalah yang kau minta itu tidak baik untukmu. Bisa menyakitimu sehingga memberi yang lain.
  2. Belum atau Nanti, untuk memastikan engkau siap untuk menerimanya. Bagi Allah mungkin kamu perlu belajar dulu untuk mendapatkan kenikmatan itu.
  3. Kata ya mungkin adalah nikmat namun perlu mawas diri juga yah. Bisa jadi itu ujian bagi mu
Sehingga, apapun yang diberi Allah bersyukurlah. Sadari bahwa di tiap kejadian selalu ada hikmah di dalamnya.

Catatan : 01/04/13

Tak kala fajar datang, aku hanya termenung diam tanpa rasa yang neko-neko semua mengalir. Aku tak punya ambisi untuk menjalani hari ini, yang ku tahu aku hanya ingin bebas dan merdeka. Duhai para pemilik hati, hendak kau bawa ke mana hati ini..
Rasa merdeka yang kurasa sangat lemah, dan tak mampu ku ekspresikan lagi. Ahhhh....hati aku malas hari ini.

Aku, memulai lagi untuk mencari serakan hati yang telah terbungkus dalam dekap rindu. Merasa kalah dengan pekerjaan demi pekerjaan yang semakin berjibun. Mulai lelah dengan menghantar diri dalam satu masalah "mimpi".

Seakan waktu memang tak pernah memberi aku kesempatan untuk berbagi dengan canda bersama keluarga. Waktu yang telah memberi ruang antara anak dengan orang tuanya, kakak dengan adiknya, tante dengan keponakannya. Sinyal yang semakin mendera tak menentu. Kadang memberi ruang lingkup yang salah. Suara robot yang terdengar. 

Perantau amatir, itulah aku. Datang ke bumi hulondalo demi cita-cita. Berjuang untuk meraih asa yang baru, PNS yang di damba kan oleh semua orang bahkan yang bernama "orang tuaku". Yah... itulah yang ,membuat ku menjadi perantau amatiran yang selalu merasakan rindu pada kampung halaman. Merasa rindu dalam keceriaan keluarga yang lengkap. Membangun mimpi dalam dekapan kamar yang menemani belasan tahun. 

Tak kubantah, aku merasakan kebahagiaan yang lain, tapi di sisi lain aku mendapat kekurangan yang lain. Begitulah bumi dengan dua sisi yang beragam. 

Allah, terima kasih atas nikmat yang kau beri. KAU Maha Mengerti apa yang kubutuhkan.

Anniversary 140411 on 2nd trip