Kesempatan itu bernama "BALI". Aku mendapatnya tanpa kuterka, yah impian yang tak pernah ku berani untuk memimpikannya ke Bali.
Entah siapa yang bercita-cita kesana, tapi aku yang akhirnya berangkat. Sungguh itu suatu karunia.

Bali, masih bisa kusaksikan di akhir tahun ini. Telah lupa aku seperti apa bentuknya. Namun, ketika mulai melewati, bertemu angin, menyapa suasana ramahnya. Ingatan itu, sedikit demi sedikit terkumpul. Yeah, Bali.. Love it.

Senja itu, bayang mu selalu mengikuti. Senja itu, Semua mengalir aku tersenyum pada siapa saja yang menyapa. Namun hatiku entah ke mana. Bali ya dan di bali ini, aku sendiri tapi bayangan mu menemani. Sungguh, sampai kapan kah ini kan kubawa. Angan ku tentang mu.

Yah, senja itu bernama Tanah Lot namun tetap saja menggantungkan nama dan harapanmu di sana dan meninggalkan bayanganmu yang menepi di senja itu.